PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mencatat pemulihan operasional yang semakin solid pada kuartal III/2025, meskipun kinerja tahun berjalan masih tertahan oleh gangguan besar pada awal tahun.
Pemulihan ini tecermin dari peningkatan volume pekerjaan tambang, efisiensi biaya, serta perbaikan EBITDA.
Pada kuartal III/2025 saja, pemindahan overburden naik 25% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara produksi batu bara meningkat 12% menjadi 22 juta ton. Perbaikan tersebut ditopang jam kerja efektif yang lebih tinggi dan cycle time yang lebih singkat, menyusul pemulihan lebih cepat setelah hujan serta perbaikan hambatan di area disposal dan jalan angkut.
Perbaikan produktivitas menekan sejumlah biaya utama. Biaya tunai per Bank Cubic Meter (BCM) turun 28% dari kuartal I ke kuartal III, sementara biaya tenaga kerja per BCM anjlok 45% seiring eksekusi shift lebih ketat. Efisiensi bahan bakar naik dengan penurunan konsumsi 10%, membuat biaya per BCM turun 14%.
Pendapatan kuartal III mencapai US$400 juta, naik 6% secara kuartalan, sedangkan EBITDA menguat menjadi US$63 juta dengan margin 19% dibandingkan 16% pada kuartal sebelumnya. Rugi bersih menyempit menjadi US$1 juta, didukung penguatan EBITDA serta keuntungan nilai wajar dari investasi Grup di 29Metals.
“Kinerja kuartal ketiga menunjukkan bahwa pemulihan kami semakin menguat. Jam kerja efektif yang lebih tinggi, cycle-time yang lebih singkat, dan pengendalian biaya yang lebih ketat menghasilkan volume yang lebih baik, biaya per unit yang lebih rendah, dan EBITDA yang lebih kuat,” ujar Direktur DOID International Group Iwan Fuad Salim, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Namun demikian, hasil kumulatif 9 bulan 2025 masih mencerminkan dampak signifikan dari cuaca ekstrem dan insiden keselamatan di kuartal I/2025 yang menghentikan operasi selama 27 hari di dua site utama.
Overburden year-to-date (YtD) turun 20% menjadi 337 MBCM dan produksi batu bara turun 8% menjadi 60 juta ton. Pendapatan terkoreksi 16% year-on-year (YoY) menjadi US$1,13 miliar, meski ASP relatif stabil berkat porsi kontrak rise-and-fall yang lebih besar.
EBITDA 9M25 tercatat US$127 juta dengan margin 14%, lebih rendah dibandingkan dengan 22% pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian bersih mencapai US$81 juta akibat operasional Australia dan dampak gangguan awal tahun, meskipun sebagian tertahan oleh manfaat pajak dan keuntungan nilai wajar investasi.
Di sisi belanja modal, Grup mengalokasikan US$149 juta, naik 12% YoY, dengan lebih dari separuh diarahkan untuk menjaga keandalan armada.
Dari sisi lingkungan, intensitas emisi scope 1 dan 2 turun 17% secara kuartalan mengikuti perbaikan kualitas jalan dan manajemen material.
Setelah periode laporan, DOID memperkuat struktur pendanaan melalui penerbitan Obligasi III DOID senilai US$53,7 juta pada Oktober, diikuti pelunasan lebih awal US$212,25 juta Senior Notes 7,75% pada November.
Langkah ini disebut meningkatkan diversifikasi pendanaan dan mengurangi risiko refinancing jangka pendek.