BUMA Terus Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School

28 Oktober 2026
BUMA Terus Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), kembali menegaskan komitmennya untuk menyiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan industri melalui penyelesaian program BUMA School tahun ajaran 2025/2026. Menandai berakhirnya rangkaian program tahun ini, BUMA menggelar kegiatan penutupan yang diikuti secara langsung oleh 10 kepala sekolah dan 10 guru penanggung jawab BUMA School dari sekolah mitra. Kegiatan tersebut turut diisi dengan workshop dan pembekalan soft skills bertema Continuous Improvement.

BUMA School dirancang tidak hanya untuk membangun kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan kerja siswa secara menyeluruh. Program ini dirancang secara komprehensif, dimulai sejak proses seleksi, dilanjutkan dengan pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), pemanfaatan Learning Management System (LMS), praktik kerja industri (PRAKERIN), hingga proses sertifikasi kompetensi. Pendekatan tersebut bertujuan memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh siswa di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti oleh 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, 170 siswa juga berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain itu, 20 siswa menjalani praktik kerja industri (PRAKERIN) di BUMA Rebuild Center, Balikpapan. Capaian ini menjadi bagian dari upaya BUMA untuk memperkuat kesiapan siswa SMK dalam memasuki dunia kerja setelah lulus.

Dian Sofia Andyasuri, Direktur Utama BUMA, mengatakan bahwa BUMA School merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BUMA dalam menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja. “Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan, kami memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta pemahaman terhadap standar kerja profesional. Melalui BUMA School, kami ingin membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut lebih dekat kepada siswa sejak masih di bangku SMK, sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah semakin relevan dengan kompetensi dan standar yang benar-benar dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Dian.

Dalam pelaksanaannya, BUMA bertindak sebagai pemilik program BUMA School, sementara PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak usaha dan social arm BUMA International Group, berperan sebagai implementor program, termasuk dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta. Keterlibatan langsung ekosistem industri tersebut menjadi salah satu kekuatan BUMA School. Materi dan proses pembelajaran dirancang agar siswa mendapatkan pemahaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya, mulai dari aspek keselamatan, kedisiplinan, kompetensi teknis, hingga budaya kerja.

Mardin Umar, Kepala Jurusan Prodi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap, menilai keterlibatan sekolah dalam BUMA School membantu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. “BUMA School memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi yang diberikan. BUMA School turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan mendorong SMKN 5 Sidrap semakin dikenal sebagai salah satu pilihan pendidikan vokasi unggulan di wilayahnya,” ungkap Mardin.

Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, BUMA School terus berkembang sebagai salah satu inisiatif andalan BUMA dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia. Hingga saat ini, BUMA School telah menjangkau 2.236 siswa, melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru, serta berkolaborasi dengan 16 SMK di 7 provinsi. Program ini juga memperkuat kapasitas sekolah dan tenaga pendidik sehingga transfer pengetahuan dan praktik industri dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Oktavian Dwi S, salah satu alumni BUMA School yang kini bekerja sebagai mekanik di BUMA, mengungkapkan, “Mengikuti BUMA School menjadi bekal penting dalam perjalanan karier saya. Program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri saya untuk memasuki dunia kerja melalui pembelajaran langsung dari para praktisi industri. Pemahaman mengenai disiplin, kerja sama tim, serta standar keselamatan dan prosedur kerja yang diperoleh selama program sangat membantu saya beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional.”

Dampaknya berlanjut hingga setelah para peserta menyelesaikan program. Hingga saat ini, lebih dari 400 alumni BUMA School telah terserap di BUMA maupun perusahaan lainnya, menunjukkan peran kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperkuat kesiapan kerja para lulusan pendidikan vokasi.

Pada tahun ini, BUMA kembali melanjutkan pelaksanaan program melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat SMK, yaitu SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong sebagai mitra penyelenggara program BUMA School untuk tahun ajaran 2026/2027. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh jajaran Direksi BUMA bersama perwakilan masing-masing sekolah mitra sebagai wujud komitmen berkelanjutan BUMA untuk berperan aktif dalam mengembangkan generasi masa depan Indonesia dan komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan, sekaligus semakin mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

“Kami ingin BUMA School terus tumbuh dan memberikan dampak yang semakin luas, sehingga semakin banyak anak muda Indonesia yang tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk membangun karier mereka,” tutup Dian.

***

Tentang PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)

BUMA didirikan pada tahun 1998 dan merupakan salah satu kontraktor jasa pertambangan batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume produksi. Perusahaan menyediakan layanan penambangan bagi sejumlah produsen batu bara terbesar di Indonesia. BUMA merupakan anak usaha dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (Kode BEI: DOID), dan berkantor pusat di Jakarta.

Tentang PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)

Didirikan pada tahun 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) adalah perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi secara global dengan kegiatan usaha yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Grup beroperasi di bawah empat pilar bisnis utama: Jasa Pertambangan, Kepemilikan Tambang, Kewirausahaan Sosial, dan Teknologi.

Inti dari operasi Jasa Pertambangan adalah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), salah satu penyedia jasa pertambangan terbesar di Indonesia dan Australia (beroperasi di bawah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, BUMA Australia Pty Ltd). Grup mentransformasi bisnisnya sebagai pemilik tambang pada 2024 dengan mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc (ACG), dan memosisikan diri sebagai salah satu produsen terkemuka antrasit bermutu sangat tinggi di Amerika Serikat.

Memperluas diversifikasinya, Grup memasuki sektor komoditas masa depan pada 2024 dengan mengakuisisi saham di 29Metals Limited, sebuah perusahaan pertambangan tembaga dan logam dasar yang berbasis di Australia. Portofolio Grup lainnya termasuk PT Bukit Teknologi Digital (BTech), yang berfokus pada pengembangan teknologi pembelajaran mendalam (deep learning) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi, dan meminimalkan risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), perusahaan sosial yang didedikasikan untuk pendidikan, pelatihan kejuruan, dan mendorong ekonomi sirkular.

Berkantor pusat di Jakarta, BUMA International Group tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (IDX: DOID) dan mempekerjakan lebih dari 11.000 orang di seluruh dunia. Pada Juni 2026, perusahaan ini kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.